Kusen Terbuat Dari Kayu Mahoni? Gunakan Cat Ramah Lingkungan Ini Untuk Tampilan Walnut Brown

186

Bingkai jendela atau pintu sering disebut dengan kusen dan material yang banyak digunakan sampai saat ini adalah kayu. Material dari alam ini memang dikenal untuk berbagai kebutuhan baik sebagai furniture maupun konstruksi bangunan karena diantaranya memiliki ketahanan dan keawetan yang baik, karakternya yang kuat dan tekstur seratnya yang indah. Setiap kayu memiliki karakter masing-masing terutama pada serat yang dimilikinya. Nah, jenis kayu yang sering digunakan untuk material kusen biasanya adalah kayu jati, kayu mahoni, kayu merbau, kayu meranti ataupun kayu glugu.

Salah satu kayu yang memiliki kualitas yang cukup baik setelah kayu jati adalah kayu mahoni bahkan serat yang dimiliki kayu tergolong rapi dan halus. Tidak hanya digunakan sebagai material kusen saja, kayu mahoni juga sering digunakan sebagai material furniture. Bahkan di Eropa, jenis kayu mahoni tergolong kayu yang langka dan memiliki nilai yang tinggi sehingga keberadaan kayu mahoni sangat diminati. Sedangkan di Indonesia, kayu mahoni merupakan kayu yang cukup mudah ditemui karena pohon tersebut banyak tumbuh di Jawa.

Sayangnya, kayu mahoni adalah jenis kayu yang tergolong tidak tahan terhadap rayap meskipun kayu tersebut termasuk jenis kayu yang keras. Untuk melindungi sekaligus mempercantik kayu, sebaiknya untuk mengaplikasikan cat pada permukaan kayu mahoni. Hal tersebut akan meminimalisir kayu mudah terserang rayap maupun organisme perusak kayu lainnya. Penggunaan kayu mahoni biasanya tampilan yang akan digunakan adalah tampilan natural kayu yang mana tampilan tersebut lebih ke warna kayu dan tetap memperlihatkan serat kayu yang dimiliki.

CS Biovarnish

Tampilan natural kayu sudah umum digunakan oleh masyarakat dan biasanya juga banyak digunakan pada furniture maupun konstruksi bangunan. Bahkan, tampilan natural kayu merupakan tampilan yang paling banyak diminati oleh masyarakat. Selain karena awet, tampilan natural kayu juga bisa menyesuaikan dengan nuansa ruangan, konsep rumah dan bahkan tidak ketinggalam mode meskipun terdapat tampilan-tampilan finishing yang selalu berinovasi.

Cat Air Bisa Kah Untuk Finishing Kusen Kayu?

Selama ini, cat kayu yang banyak digunakan adalah cat dengan kandungan minyak atau menggunakan pelarut thinner maupun spiritus. Cat ini memang sudah banyak digunakan dan bahkan masih menjadi konsumsi paling besar dalam bidang finishing di Indonesia. Tampilannya yang maksimal, harga yang terjangkau serta mudah ditemukan di berbagai toko-toko cat di seluruh daerah di Indonesia membuat minat cat ini tidak pernah berkurang. Sayangnya, cat ini memiliki bau yang sangat menyengat pasca cat diaplikasikan ke media finishing sehingga media tersebut tidak boleh langsung dimasukkan ke dalam ruangan melainkan harus diangin-anginkan terlebih dahulu di tempat terbuka.

Namun berbeda halnya dengan cat dengan pelarut air, justru cat setelah diaplikasikan tidak menngeluarkan bau yang sangat menyengat. Cat berbahan dasar air masih tergolong langka di Indonnesia karena masih sedikit produsen cat yang memproduksi cat ini. Seiring dengan waktu dan meningkatnya minat terhadap cat berbahan dasar air, adapula produsen cat yang mulai mengembangkan cat yang dikatakan ramah lingkungan ini. Di luar negeri, keberadaan cat berbahan dasar air justru sudah tidak asing lagi bahkan penggunaan cat konvensional yakni cat berpelarut thinner sudah dilarang penggunaannya.

Sebagian orang mungkin mengenal cat air yang sering digunakan untuk melukis saja namun nyatanya perkembangan teknologi saat ini mengatakan bahwa cat air sudah bisa diaplikasikan pada media kayu maupun yang lainnya. Kehadiran cat berbahan dasar air ini tidak hanya sekedar memenuhi produk finishing yang baik digunakan melainkan juga aman digunakan. Pasalnya, cat konvensional justru berbahaya digunakan terutama dalam kurun waktu yang lama. Dampak buruk penggunaan cat konvensional pada kesehatan diantaranya adalah kanker sedangkan pada lingkungan yakni rusaknya lapisan ozon. Tentu tidak ingin mengalami dampak yang semakin buruk, bukan?

Tentu cat air ini berbeda halnya dengan cat yang digunakan untuk melukis. Cat berbahan dasar air yang digunakan sebagai finishing furniture atau konstruksi bangunan memiliki komponen bahan yang digunakan pada cat kayu pada umumnya namun cat berbahan dasar air menggunakan bahan-bahan yang jauh lebih aman digunakan. Sehingga tidak akan menyebabkan dampak buruk maupun polusi pada lingkungan.

Finishing Kusen Kayu Mahoni Menggunakan Biovarnish

Biovarnish merupakan cat kayu berbahan dasar air yang diproduksi oleh produsen cat lokal dari Indonesia. Meskipun produk finishing ini merupakan produk asli Indonesia namun kualitasnya tidak kalah dengan produk finishing yang berasal dari luar negeri. Sebab, bahan-bahan yang digunakan pada Biovarnish merupakan bahan yang sudah disesuaikan dengan standar regulasi keamanan bahan kimia internasional yakni US Enviromental Protection Agency (EPA) dan European Chemical Agency (ECHA) Reach sehingga kandungan bahan kimia seperti timbal pun dibatasi. Dengan kandungannya yang aman dari bahan kimia berbahaya, rendah VOC dan tidak beracun membuat Biovarnish juga aman digunakan untuk finishing baby furniture, kitchenette maupun wooden toys.

Nah, Biovarnish menjadi pilihan yang tepat apabila digunakan untuk finishing kusen kayu sebab cat berbahan dsar air ini memiliki fitur tahan air dan tahan cuaca sehingga bisa digunakan pada indoor maupun outdoor. Dengan demikian, Biovarnish akan melindungi kayu dengan maksimal dan meminimalisir kerusakan yang diakibatkan oleh cuaca, kelembaban udara maupun organisme perusak kayu.

Untuk proses finishing kayu, tahap paling dasar adalah dengan mengaplikasikan filler kayu. Tujuan pengaplikasian filler kayu adalah untuk menutup pori-pori kayu agar tampilan warna lebih tajam dan tidak menghabiskan banyak cat saat mengaplikasikannya. Seperti halnya ketika akan digunakan untuk kayu mahoni meskipun pada dasarnya sudah memiliki serat yang halus dan rapi. Sebagian orang terutama yang masih awam dalam bidang finishing tidak mengindahkan tahapan dasar finishing ini sehingga hasilnya pun berantakan dan warnanya tidak merata dengan baik. Setelah Anda memperhatikan pengaplikasian dasar ini, maka Anda bisa melanjutkan dengan mengaplikasikan cat kayu.

Berikut pengaplikasian Biovarnish untuk mendapatkan tampilan natural kayu pada kusen kayu mahoni:

  1. Amplas permukaan kusen kayu agar lebih rata, halus dan bersih sehingga akan mempermudah proses finishing
  2. Gunakan Biovarnish Wood Filler warna jati. Campurkan air kemudian aduk hinggo sedikit encer kemudian aplikasikan ke seluruh permukaan kayu untuk menutup pori-pori. Anda bisa menggunakan pisau palet atau alat yang memiliki permukaan yang tipis dan rata dan sejenisnya. Setelah diaplikasikan, diamkan selem 20-30 menit untuk hasil yang maksimal kemudian amplas menggunakan kertas amplas alumunium oxide no. 240 jika sudah kering
  3. Gunakan Biovarnish Wood Stain, Anda bisa memilih warna sesuai yang diinginkan karena Biovarnish memiliki 20 varian warna, salah satunya warna walnut brown. Terlebih dahulu, campurkan air dengan perbandinga 2 baha : 1 air kemudian aduk hingga homogen. Kuaskan atau semprotkan ke seluruh permukaan kayu kemudian diamkan selama 60 menit. Apabila sudah mulai kering, amplas ambang menggunakan kertas amplas alumunium oxide no. 400
  4. Gunakan Biovarnish Clear Coat untuk mengunci warna. Campurkan air kemudian aplikasikan ke seluruh permukaan kayu. Lalu diamkan selama semalaman untuk hasil yang optimal.
beli biovarnish
SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here