Mengenal Dempul Kayu Yang Kuat Di Indonesia

1110
Mengenal Dempul Kayu Yang Kuat Di Indonesia

Dempul kayu memiliki tujuan yang penting dalam finishing furniture. Tidak hanya memperbaiki cacat kayu melainkan juga berfungsi untuk mengisi pori-pori.

Dunia manufakturing kayu, selalu tidak lepas dalam hal finishing. Sebagian masyarakat sudah mengenal tentang finishing karena kebutuhan funiture yang sudah menjadi gaya hidup. Nah, finishing ini sendiri dibedakan menjadi berbagai macam metode baik natural look, shabby chic, Erope Classic, rustic dan lain sebagainya.

Pada umumnya, finishing yang masih dipertahankan di Indonesia adalah finishing natural kayu. Finishing tersebut adalah menonjolkan furniture untuk memberikan tampilan terkesan natural warna-warna kayu. Warna ini masih menjadi tren dan banyak diminati oleh masyarakat karena menyatu dengan nuansa yang ada di negara ini. Terlebih, sumber daya alam yang banyak membuat warna-warna tersebut sangat pas diterapkan untuk hunian rumah Indonesia. Terlebih, sebagian besar rumah hunian di Indonesia masih memanfaatkan berbagai bahan dasar alam kayu.

CS Biovarnish

Jika membahas tentang finishing, maka kita akan mengenal tahapan-tahapan finishing diantaranya adalah tahap dasar (dempul), woon stain dan topcoat. Untuk kali ini, kita akan mengenal tentang dempul, karena sebagian masyarakat belum mengenal dengan benar bagaimana dempul ini digunakan dalam dunia finishing.

Bagi seorang yang masih awam, new user atau DIY, dempul kayu biasanya banyak digunakan untuk menambal bagian-bagian yang rusak atau cacat pada kayu saja. Padahal, fungsi dempul ini bisa juga sebagai pengisi pori-pori serat kayu terlebih jika digunakan untuk hasil finishing warna natural.

Selain para DIY, pada umumnya pengrajin juga mengesampingkan penggunaan dempul sehingga menggunakan cara dengan mempertebal lapisan coating untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Malasnya penggunaan dempul saat finishing oleh pengrajin biasanya disebabkan oleh aplikasi dempul yang berulang-ulang. Selain itu, proses pengamplasan yang memperlukan tenaga dan waktu ini juga dianggap boros dan tidak efisien. Maka dari itu, banyak pengrajin selalu melewati tahap dasar finishing tersebut.

Namun, Anda tidak perlu khawatir lagi karena dewasa ini sudah banyak dijumpai produk-produk dempul yang semakin maju baik dilihat dari kualitas dan penggunaannya. Semakin majunya teknologi, membuat manufakturing cat juga mengalami kemajuan. Hal ini menyebabkan proses pendempulan jauh lebih efisien waktu dan hasilnya yang lebih maksimal. Maka dari itu, pilih dan pilah dempul yang baik untuk proses dasar finishing Anda.

Dempul yang bagus biasanya memberikan dampak yang baik bagi furniture. Sebab, dempul yang memiliki kualitas yang bagus mampu mengisi pori-pori dengan maksimal dan membuat furniture kayu lebih bertahan lebih lama. Inilah yang membuat furniture tidak mudah keropos dikarenakan serangga atau penyebab lainnya. Mungkin sebagian dari kita juga akan bingung dengan furniture yang keropos diakibatkan oleh rayap, bukan?

Mengenal Dempul Kayu Yang Kuat Di Indonesia

Jika furniture tersebut menggunakan bahan-bahan yang berkualitas seperti bagian dempul yang digunakan, sangat menutup kemungkinan furniture kayu tersebut mudah keropos. Pada umumnya, serangga seperti rayap ini akan menyerang pada furniture-furniture yang memiliki kelembaban yang tinggai sehingga keadaannya sangat memungkinkan untuk hadirnya rayap-rayap tersebut.

Nah, sedangkan penggunaan dempul yang baik akan mengisi bagian yang cacat atau pori-pori secara keseluruhan sehingga tidak memberikan ruang yang bisa memicu kelembaban masuk ke dalam serat kayu. Hal ini bisa mengurangi hadirnya serangga-serangga perusak kayu, jamur, maupun mikroorganisme perusak kayu lainnya.

Di Indonesia, dempul yang masih banyak dijumpai pada umumnya adalah dempul yang menggunakan bahan solvent. Namun perlu diingat bahwa dempul dengan bahan solvent tersebut tidaklah bagus digunakan, baik secara fungsinya maupun dampaknya. Sebab, dempul dengan bahan solvent pada umumnya lebih keras atau kenyal sehingga menyulitkan saat diamplas. Sedangkan untuk sisi dampaknya, karena penggunaan larutan solvent bisa menyebabkan berbagai penyakit diantaranya adalah gangguan pencernaan, pernafasan bahkan kanker.

Maka dari itu, kini telah banyak hadir dempul-dempul yang menggunakan bahan-bahan yang jauh lebih ramah lingkungan yakni dempul berbahan dasar air (water based system). Dempul ini biasanya tidak mengandung bahan-bahan kimia yang berbahaya dan cenderung menggunakan bahan pelarut. Meskipun demikian, hasilnya jauh lebih optimal dan membuat Anda lebih hemat (ekonomis)

Dempul kayu water based system, dewasa ini menjadi primadona dikalangan pengrajin kayu, penghobi kayu atau bahkan industri kayu. Sebab, dempul tersebut jauh lebih kuat, cepat kering dan mudah diaplikasikan sehingga tidak memakan waktu yang lama. Hal ini sangat menguntungkan bagi pengusaha kayu yang pada umumnya memiliki target produksi.

Fungsi wood filler dalam hal finishing ini membuat kayu jauh lebih bertahan lama karena mengisi pori-pori kayu dengan maksimak sehingga meminimalisir masuknya kelembaban ke dalam kayu. Seperti halnya dempul pada umumnya, dempul water based system juga cocok digunakan untuk menutup bagian-bagian kayu yang rusak atau cacat baik dalam ukuran yang besar maupun yang kecil.

Jika Anda adalah orang yang masih awam untuk penggunaan dempul water based system, sebaiknya perhatikan beberapa cara atau petunjuk yang ada. Berikut penjelasan mengenai dempul kayu water based system yang perlu Anda perhatikan!

Daya Tahan Dempul Kayu Yang Baik

Ketika membahas tentang dempul maka kita masih menanyakan bagaimana ketahanannya selama diaplikasikan ke permukaan kayu? Dempul yang baik adalah dempul yang mudah diaplikasikan dan tidak terlalu alot atau keras sehingga memudahkan ketika diamplas.

Tentang ketahanan dempul ini, tidak semua orang mengetahuinya. Mungkin sebagian new user (DIY) atau bahkan pengrajin hanya mengetahui bahwa dempul diaplikasikan untuk menghasilkan hasil yang rata dan halus saja. Padahal fungsi dempul lebih dari itu, maka dari itu peran dempul sangat penting selama finishing.

Sebuah kasus sering kita jumpai, ketika mengaplikasikan dempul dan dempul tersebut sudah kering lalu tiba-tiba mudah keangkat, pernah mengalami hal serupa? Hal ini sering terjadi terutama jika dempul sudah lama diaplikasikan ke permukaan furniture, sehingga tidak menutup dengan sempurna bagian lubang atau pori-pori serat kayu. Jika sudah demikian, apa yang terjadi? Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa kayu akan mudah rusak diakibatkan udara yang masuk ke dalam serat kayu.

Sebab tujuan utama pemberian dempul ini terhadap permukaan kayu tidak hanya sekedar menutup pori-pori saja melainkan juga melindungi permukaan kayu dari cuaca terutama ketika cuaca yang seringkali berubah-ubah. Sebab, kegunaan dempul tersebut sebagai lapisan dasar finishing yang akan menentukan hasil akhir dari suatu finishing akankah bertahan lama atau tidak.

Untuk tahu ketahanan dempul tersebut bagus atau tidak, hanya bisa diketahui saat Anda mengaplikasikannya langsung ke permukaan kayu yang digunakan. Nah, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dan ketahui selama menggunakan dempul sebagai dasar finishing:

  • Dempul menimbulkan peeling

Baiklah, mungkin sebagian kita belum mengetahui apa yang dimaksud peeling disana. Bagi Anda yang sebagai new user atau DIY, peeling ini masih dirasa baru. Namun, Anda akan mengetahuinya saat mempraktikkannya langsung. Jika saat Anda mempraktikkan aplikasi dempul ke permukaan kayu, lalu Anda melihat seperti bulir-bulir pasir yang kasar maka itulah yang disebut dengan peeling. Apa penyebab munculnya peeling selama aplikasi dempul?

Mengenal Dempul Kayu Yang Kuat Di Indonesia

Peeling ini muncul dikarenakan dempul tidak melekat dan mengisi pori-pori kayu dengan benar sehingga membuat pori-pori tetap terbuka. Disisi lain, munculnya peeling juga dikarenakan oleh formula dempul yang kurang tepat. Jika Anda mengalami hal serupa, maka Anda bisa mengganti produk dempul yang sedang Anda gunakan.

  • Dempul kayu terlalu keras

Masalah ini seperti yang sudah disinggung diatas yakni dempul yang terlalu keras. Dempul yang keras ini bisa menyebabkan dempul tidak mudah menempel dan tidak bisa menutup pori-pori kayu secara sempurna. Adapun penyebab dempul bisa sangat keras yakni formula pembentuk dempul kayu kurang tepat. Untuk mengatasinya, maka Anda harus menambahkan bahan pelarut ke dalamnya bisa solvent atau air tergantung jenis dempul yang digunakan.

  • Dempul tidak cepat kering

Dempul yang baik adalah dempul yang mudah kering sehingga mempermudah proses finishing selanjutnya. Hampir semua aplikator akan mengeringkan media yang sudah diaplikasikan dempul baik hanya diangin-angin atau bahkan di keringkan di bawah sinar matahari. Namun, jika ternyata media yang Anda gunakan ternyata dempul belum juga kering maka ada yang salah dalam formula dempul tersebut. Komponen dempul tersebut kurang baik sehingga tidak cepat kering.

Jika sudah demikian, maka proses selanjutnya juga mengalami kendala atau keterlambatan. Hal ini tidak menguntungkan bagi Anda sebagai pengusaha yang sedang diburu waktu pengerjaan. Sebab, dempul adalah proses dasar, jika tidak cepat kering maka proses pengamplasan tidak segera dilakukan dan untuk tahap coating pun tidak bisa menghasilkan hasil yang sempurna karena terdapat beberapa titik yang belum kering.

  • Dempul kayu yang mengapur

Pernahkah Anda menjumpai serbuk yang keluar setelah dempul kering dan diamplas? Ternyata ini buruk untuk proses finishing Anda selanjutnya loh, kenapa? Sebab, dempul yang masih mengapur tidak merekat dengan sempurna di permukaan media. Tentunya ini akan mengganggu hasil finishing akhirnya karena langkah dasar sudah tidak menghasil hasil yang baik.

Jika ternyata serbuk yang dikeluarkan begitu banyak, hasilnya pun tidak akan sempurna sehingga dampaknya tidak akan melindungi kayu dengan baik bahkan jika sudah dilapisi coating sekalipun.

Apakah Anda pernah mengalami beberapa masalah yang terjadi seperti yang diatas selama mengaplikasikan dempul? Alangkah baiknya untuk memperhatikan kembali formula dempul sebelum diaplikasikan, pastikan dempul tersebut sesuai dengan takaran sehingga tidak terlalu encer dan kental sehingga tidak terlalu keras atau kenyal. Agar dempul tersebut mampu mengisi pori-pori kayu dengan sempurna dan mampu melindungi permukaan kayu dengan baik.

Jenis Dempul Water Based Terbaik

Kenapa harus dempul water based? Bukan tanpa alasan kenapa lebih baik menggunakan dempul water based daripada yang solvent based. Hal ini dikarenakan dampak faktor kesehatan dan lingkungan. Ya, dempul water based merupakan dempul yang jauh lebih ramah lingkungan daripada dempul solvent based. Dikarenakan, dempul water based mengandung sedikit VOC daripada yang solvent based. Kandungan VOC pada suatu bahan finishing sangat membahayakan kesehatan dan lingkungan jika dalam takaran yang melebihi batas.

Jika dibandingkan dempul berbahan solvent based, dempul water based lebih aman digunakan dan tidak menimbulkan bau yang menyengat sehingga tidak menyebabkan gangguan pernafasan. Sedangkan untuk lingkungan, tidak menyebabkan udara terkontaminasi racun yang menyebabkan polusi atau bahkan penyebab utama melebarnya lapisan ozon (pemanasan global).

Mengenal Dempul Kayu Yang Kuat Di Indonesia

Disisi lain, jika dilihat dari kegunaannya; dempul water based juga lebih efisien dan efektif. Yang mana, dempul tersebut lebih cepat kering tana harus dikeringkan dibawah sinar matahari. Meskipun lebih cepat kering, formula dempul water based mampu mengisi pori-pori dengan sempurna sehingga hasilnya halus dan mampu melindungi kayu secara maksimal.

Namun, dempul water based yang baik digunakan bukan hanya dilihat dari segi ramah lingkungan dan proses penggunaannya yang mudah melainkan dilihat dari fungsi utamanya yakni ketahanannya. Salah satu produk dempul water based yang memiliki semua kategori diatas adalah dempul water based Biovarnish. Dempul ini sangat cocok digunakan untuk furniture dengan tampilan natural kayu baik interior maupun eksterior. Karena mampu diaplikasikan untuk eksterior sehingga dempul ini memiliki ketahanan yang baik terhadap perubahan cuaca.

Biovarnish Wood Filler ini memiliki beberapa varian yang bisa Anda gunakan untuk kebutuhan finishing diantaranya adalah warna jati, warna sungkai, warna ramin dan warna mahoni. Gunakan Biovarnish Wood Filler sesuai dengan kebutuhan hasil akhir finishing dan mendapatkan hasil yang maksimal.

Untuk proses pengeringan, dempul Biovarnish ini jauh lebih cepat kering karena Anda hanya membutuhkan waktu 20 menit. Pengeringan dalam waktu 20 menit pada media yang sudah diaplikasikan dempul tersebut tidak dikeringkan dibawah sinar matahari melainkan hanya didiamkan di ruang yang teduh dan memiliki sirkulasi udara yang baik.

Sedangkan untuk proses pengamplasan setelah dempul kering, lebih jauh baik daripada produk yang lainnya. Karena proses keringnya yang cepat dan tidak terlalu keras maupun lembek, membuat dempul Biovarnish ini lebih mudah dan ringan saat diamplas.

Sebagai bahan dasar, Biovarnish Wood Filler mampu memberikan lapisan diatasnya lebih mudah diaplikasikan dan juga memberikan hasil akhir warna natural transparan yang jauh lebih baik. Akan lebih baik lagi, apabila Anda melanjutnya proses finishing dengan varian produk yang sama yakni Biovarnish, diantaranya Wood Stain dan Top Coat.

Untuk mendapatkan produk Biovarnish Anda bisa membeli di toko bahan bangunan terdekat, agen terdekat di wilayah Anda atau bisa melakukan pembelian online melalui kontak nomor yang tertera di halaman website ini.

Dengan adanya produk aman dan ramah lingkungan Anda tidak perlu ragu lagi untuk memperbaiki segala macam furniture di rumah yang digunakan keluarga Anda tanpa menggangu kenyaman keluarga Anda.

beli biovarnish
SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here