Plitur Kayu Water Based Pengganti Plitur Konvensional

469
Plitur Kayu Water Based Pengganti Plitur Konvensional

Masih menggunakan plitur kayu konvensional? dari dahulu hingga sekarang plitur kayu konvensional sangat terkenal sehingga banyak digunakan. Apakah plitur kayu konvensional itu? Plitur kayu tersebut merupakan pewarna kayu dengan warna transparan. Hasil finishingnya transparan akan memperlihatkan keindahan serat kayu.

Cara menggunakannya adalah dilarutkan dengan thinner dan alkohol. Apakah Anda pernah menggunakan plitur yang terbuat dari resin serangga alami? Plitur ini disebut dengan shellac. Jika menggunakan shellac maka bahan pelarut yang digunakan adalah spiritus. Menggunakan spiritus sebagai bahan pelarut cukup boros sehingga Anda harus mengeluarkan banyak uang untuk membeli bahan pelarutnya.

Shellac berbentuk kepingan dan sangat mudah disimpan karena berbentuk kering. Pada saat diencerkan Anda harus tahan dengan baunya yang sangat menyengat bahkan sampai proses pengeringan furniture. Plitur konvensional hanya dapat diaplikasikan pada furniture indoor saja.

CS Biovarnish

Tidak jauh berbeda dengan cat melamin, plitur dan politur ini tidak tahan dengan panas matahari. Ketika digunakan pada furniture outdoor efek cracking hingga menguning akan muncul. Politur tidak hanya memberikan efek warna transparan, khusus untuk shellac warna yang digunakan adalah warna natural.

Jadi pada saat dibeli dapat disesuaikan dengan warna kayu. Misalnya warna kayu sungkai yang kekuningan dan warna kayu jati yang coklat. Shellac tersedia dalam warna-warna kayu tersebut. Namun mendapatkan hasil finishing adalah masalah selera, jadi tidak harus menggunakan bahan plitur konvensional terus menerus.

Kini telah diciptakan plitur kayu water based yang dapat menggantikan plitur konvensional. Berbeda dengan shellac yang memiliki warna, plitur water based benar-benar memberikan warna kayu transparan. Tidak pada efek menguning hingga efek cracking ketika digunakan pada furniture outdoor.

Plitur Kayu Water Based Pengganti Plitur Konvensional
Plitur water based dapat digunakan pada furnitur outdoor

Inilah yang berbeda pada plitur kayu water based. Anda bisa menggunakannya sebagai finishing furniture outdoor and juga indoor. Hal ini dikarenakan bahan kimia yang digunakan berbeda dan lebih kuat dalam memberikan perlindungan dari panas, hujan, kelembaban dan perubahan suhu udara

Pembuatan dari plitur water based tidak lain adalah dengan memanfaatkan resin yang dicampur dengan air. Untuk menggunakannya Anda hanya perlu mencampurkan air. Pencampuran dengan air akan lebih mudah bahan larut dan tidak menimbulkan bau bahkan sampai pada proses pengeringan furniture.

Pengeringan plitur konvensional membutuhkan panas matahari agar pelarut menguap and plitur mengering. Namun pada plitur water based tidak membutuhkan panas untuk proses pengeringan. Furniture yang telah dilapisi plitur water based cukup didiamkan dalam ruangan yang bersih dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Proses ini berlangsung cepat karena air dapat menguap dengan mudah. Berbeda dengan thinner yang harus terkena panas matahari.

Bila dilihat dari masing-masing kelebihannya, plitur kayu water based lebih baik dipilih karena berbagai aspek. Cara aplikasi sangat mudah, Anda bisa menggunakan kuas, roll, alat semprot sesuai dengan luas material kayu, bentuk material kayu.

Furniture kayu yang memiliki permukaan datar seperti kursi, meja makan atau meja kopi dapat diaplikasikan menggunakan kuas. Sedangkan untuk furniture yang memiliki ukiran, berukuran kecil dan berjumlah banyak sebaiknya menggunakan alat semprot.  Alat semprot akan mampu menjangkau bagian terdalam dengan adanya tekanan angin.

Plitur kayu water based juga dapat diaplikasikan menggunakan alat roll, khusus untuk permukaan yang datar dan luas misalnya lantai kayu, dinding kayu dan plafon dari kayu. Menggunakan roll akan menghemat waktu finishing namun tetap mendapatkan hasil yang terbaik.

beli biovarnish
SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here