Finishing kayu adalah tahap penting dalam proses pengerjaan furnitur atau dekorasi rumah. Terutama untuk kayu ringan seperti pinus, jati belanda, atau sengon, finishing yang tepat akan menentukan keawetan dan keindahan permukaannya. Tanpa perawatan dan teknik yang benar, kayu bisa cepat retak, mengelupas, atau bahkan berubah warna.
Artikel ini akan membahas tips finishing kayu ringan agar tetap tahan lama dan tidak retak, disertai langkah-langkah praktis, rekomendasi bahan, dan kesalahan umum yang harus dihindari.
1. Pilih Jenis Kayu Ringan Berkualitas
Sebelum melakukan finishing, penting memilih kayu ringan dengan kualitas baik. Beberapa ciri kayu ringan yang bagus:
Baca Juga : Solusi Furnitur Eksterior Agar Awet Dengan Finishing Cat Kayu Ini
Seratnya lurus dan padat
Minim cacat seperti lubang atau retakan
Kadar air sudah dikeringkan (12–15%)
Tips:
Gunakan moisture meter untuk memastikan kadar air kayu sebelum difinishing.
2. Amplas Permukaan Kayu Hingga Halus
Pengamplasan adalah dasar dari finishing yang sempurna. Kayu yang diamplas dengan baik akan:
Menyerap lapisan finishing lebih merata
Mengurangi kemungkinan retak atau mengelupas
Meningkatkan tampilan akhir yang halus
Langkah-langkah:
Gunakan amplas kasar (nomor 80–100) untuk tahap awal
Lanjutkan dengan amplas halus (nomor 180–220)
Bersihkan debu hasil amplas sebelum melanjutkan
3. Gunakan Wood Filler untuk Mengisi Celah
Wood filler atau dempul kayu sangat berguna untuk:
Menutup pori-pori besar pada kayu ringan
Meratakan permukaan yang tidak sempurna
Menghindari retak di masa depan
Tips:
Pilih wood filler berbasis air agar lebih ramah lingkungan dan mudah diaplikasikan.
4. Gunakan Sanding Sealer Sebelum Finishing Akhir
Sanding sealer adalah lapisan dasar sebelum varnish atau cat akhir. Fungsinya:
Menutup pori kayu agar hasil akhir lebih halus
Meningkatkan daya lekat lapisan berikutnya
Mengurangi penggunaan cat atau pernis secara berlebihan
Cara aplikasi:
Oleskan sanding sealer dengan kuas atau spray
Biarkan kering 1–2 jam
Amplas ringan sebelum lanjut ke tahap finishing
5. Pilih Bahan Finishing yang Tepat
Untuk menjaga agar kayu ringan tidak mudah retak, pilih bahan finishing yang fleksibel namun kuat. Beberapa pilihan populer:
| Jenis Finishing | Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|---|
| Varnish | Tahan air dan sinar UV | Proses kering lebih lama |
| Melamine | Kilap tinggi dan kuat | Kurang fleksibel |
| Water-based coating | Cepat kering dan tidak berbau | Harga relatif lebih mahal |
Rekomendasi:
Gunakan water-based varnish untuk tampilan alami dan perlindungan maksimal.
6. Aplikasikan Lapisan Finishing Secara Merata
Kesalahan umum saat finishing adalah lapisan yang terlalu tebal atau tidak rata. Ini bisa menyebabkan:
Permukaan menggelembung
Lapisan cepat retak
Warna tidak konsisten
Tips aplikasi:
Gunakan kuas, roll, atau spray sesuai kebutuhan
Oleskan dalam lapisan tipis
Tunggu hingga benar-benar kering sebelum melapisi ulang
7. Lindungi Permukaan Kayu dari Cuaca Ekström
Setelah finishing selesai, perlindungan tambahan sangat penting. Cuaca panas, lembap, atau terlalu dingin dapat mempercepat kerusakan pada kayu ringan.
Cara perlindungan tambahan:
Gunakan pelapis anti UV untuk furnitur outdoor
Hindari menyimpan di tempat lembap
Bersihkan secara rutin dengan kain kering
Finishing kayu ringan membutuhkan ketelitian, teknik yang tepat, dan bahan yang sesuai. Dengan memilih kayu berkualitas, mengamplas dengan benar, menggunakan sanding sealer, dan memilih lapisan akhir yang tahan lama, kamu bisa memperpanjang usia furnitur atau dekorasi berbahan kayu ringan. Jangan lupa memberikan perlindungan tambahan terhadap cuaca ekstrem dan melakukan perawatan berkala agar hasil finishing tetap tahan lama dan tidak mudah retak.
Dapatkan hasil finishing kayu ringan yang alami dan tahan lama dengan Varnish Water-Based Premium kami. Klik Gambar di Bawah!








