Hari Anak Nasional Diselenggarakan di Pekanbaru, Riau

238

Hari anak nasional menjadi sebuah moment yang penting untuk menghormati dan memperhatikan hak-hak anak dalam kehidupan sehari-hari.

Di Indonesia, hari anak nasional dilaksanakan setiap 23 Juli sesuai dengan keputusan Presiden Republik Indonesia No. 44 Tahun 1984 yang disahkan pada 19 Juli 1984. Kali ini penyelenggaraan hari penuh harapan bagi anak-anak dilakukan di Pekanbaru, Riau. Keputusan diselenggarakan di Pekanbaru tidak karena tanpa alasan, melainkan karena Pekanbaru merupakan daerah yang memiliki tingkat kekerasan nomor dua setelah Jawa Timur.

Tidak hanya tingkat kekerasan yang menjadi sorotan publik, namun banyaknya tindakan kriminal seperti pornografi bahkan bullying melekat pada anak-anak. Melihat dampak dari perlakuan tersebut, membuat orang tua merasa cemas dengan keamanan anak-anak. Dalam memperingati hari anak nasional ini diharapkan pemerintah dan masyarakat bekerja sama menjaga serta menghormati hak-hak dari setiap anak-anak.

10 Permintaan Hak Anak-anak Pada Presiden Joko Widodo

Kasus yang terjadi pada anak-anak bukanlah kasus yang sepele, pasalnya kekerasan, korban cyber, pornografi hingga bullying akan berdampak pada psikologis anak. Maka dari itu, sangat pentingnya sosialisasi akan hak-hak anak serta penanganan secara komprehensif kepada anak-anak yang mengalami korban bullying atau semacamnya tersebut.

Berdasarkan portal berita nasional, tempo.com ada 10 permintaan hak anak-anak yang disampaikan oleh perwakilan Forum Anak Nasional (FAN) kepada Presiden Joko Widodo pada saat diselenggarakannya Event Hari Anak Nasional di Pekanbaru. Berikut 10 permintaan yang diajukan oleh FAN:

  1. Menuntut pemerintah untuk meningkatkan akses pelayanan pembuatan akta kelahiran khususnya daerah pelosok.
  2. Meningkatkan peran forum anak dalam proses pembangunan.
  3. Melibatkan tokoh masyarakat dalam implementasi pendewasaan dan perkawinan.
  4. Menumbuhkan pola asus ramah anak
  5. Meningkatkan pengendalian terhadap peredaran narkova dan psikotropika serta melindungi anak dari iklan, promosi, sponsor dan asap rokok.
  6. Menigngkatkan fasilitas kesehatan ramah anak dan memperbaiki gizi buruk anak.
  7. Meningkatkan pendidikan anak melalui implementasi pelaksanaan sekolah 5 hari zonanisasi sekolah.
  8. Meningkatkan penggunaan internet sehat disertai semangat literasi pada anak
  9. Meningkatkan pembelajaran siaga untuk anak di daerah rawan bencana dan konflik
  10. Melindungi anak dari segala bentuk eksploitasi dan kekerasan seksual.

Begitu banyaknya kasus bullying bahkan pornografi yang sangat mudah tersebar melalui internet menjadi sorotan bagi orang tua atau pemerintah dalam menjaga serta memperhatikan anak-anak dalam kehidupan sehari-hari.

Kasus kekerasan pada anak terutama di Pekanbaru masih menjadi ‘PR’ bagi pemerintah dalam memberikan solusi serta pelayanan yang memadai untuk menampung keluh kesah anak-anak yang menjadi korban bullying atau sejenisnya. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak-anak mengaku bahwa keluarga menjadi salah satu tembok perlindungan pertama pada anak-anak, hal ini disampaikan kepada wartawan detik.com pada peringatan hari anak nasional di Pekanbaru,  “ Kita fokuskan agar keluarga memberikan perhatian terhadap anak. Karena keluarga adalah unit terkecil sebagai tolak ukur kesejahteraan dan keharmonisan di negara kita”

Sepatutnya kita sebagai orang tua memperhatikan lebih dekat aktivitas anak-anak dalam kehidupan sehari-hari untuk menghindari terjadinya kasus-kasus yang sering menghantui anak-anak tersebut. dengan meningkatkan perhatian keluarga pada anak-anak akan menjadikan anak-anak merasa lebih aman dan terlindungi.

beli biovarnish

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here