Cara Mudah Finishing Kursi Tamu Jati Menggunakan Biovarnish

147

Biovarnish merupakan cat kayu berbahan dasar air untuk tampilan natural kayu. Cat kayu dengan bahan dasar air saat ini mulai berkembang di Indonesia karena mulai meningkatnya minat konsumen terhadap jenis cat ini. Meskipun keberadaan cat kayu ini belum sebanyak cat konvensional namun peningkatan minat cat berbahan dasar air lebih cepat daripada cat konvensional. Selain itu, hal ini dipengaruhi oleh masyarakat dunia yang mulai memperhatikan penggunaan cat kayu yang aman dan ramah lingkungan.

Apakah cat konvensional yang selama ini digunakan oleh masyarakat termasuk cat yang berbahaya? Jika dilihat dari kandungan bahannya, cat konvensional cenderung mengandung bahan kimia berbahaya seperti cadmium, lead, merkuri, timbal dan senyawa kimia berbahaya lainnya. Dampaknya tidak hanya berdampak pada kesehatan saja melainkan juga pada lingkungan, salah satu efek yang cukup terasa adalah polusi udara dan air.

Dampak buruk yang diakibatkan oleh cat konvensional ini lah yang memunculkan cat berbahan dasar air sehingga cat tersebut menggunakan bahan-bahan kimia yang tidak berbahaya dan cenderung rendah VOC. VOC (Vehicle Organic Compounds) merupakan senyawa organik yang mudah menguap dan berbahaya. Jika kandungannya tinggi bisa menyebabkan lapisan ozon rusak sehingga panas bumi semakin meningkat.

CS Biovarnish

Biovarnish tersebut merupakan cat berbahan dasar air yang cenderung rendah VOC dan tidak mengandung bahan-bahan kimia berbahaya. Sebab, kandungan bahan yang terdapat pada Biovarnish sudah disesuaikan dengan standar regulasi keamanan bahan kimia internasional yakni regulasi US Enviromental Protection Agency (EPA) dan European Chemical Agency (ECHA) Reach sehingga penggunaan bahan kimia dan VOC yang terdapat pada cat sangat ditekan seminimal mungkin agar tidak menyebabkan gangguan kesehatan dan lingkungan.

Cara Memilih Cat Yang Bagus Untuk Tampilan Natural Kayu Pada Meja Tamu Jati

Furniture yang menggunakan kayu merupakan salah satu furniture yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Salah satu material kayu yang paling banyak digunakan adalah kayu jati karena ketahanan, keawetan dan kualitas dari kayu tersebut. Meskipun mahal, hal tersebut sesuai dengan kualitas yang dimiliki oleh kayu jati sehingga akan memudahkan perawatan selanjutnya seperti kayu jati tidak mudah terserang rayap dan tahan terhadap perubahan cuaca.

Furniture kayu jati memang paling cocok menggunakan tampilan natural kayu untuk mempertajam tampilan asli yang dimiliki oleh kayu jati. Ya, kayu jati dikenal dengan tampilan aslinya yang indah diantaranya adalah warna kayu serta serat yang lurus melengkung, halus serta rapi. Hal ini lah yang menjadikan alasan bahwa furniture kayu jati lebih menerapkan tampilan natural. Lalu bagaimana kah memilih cat kayu yang bagus untuk mendapatkan tampilan natural kayu?

Berbicara cat maka Anda bisa memilih menggunakan cat konvensional atau cat berbahan dasar air. Namun disini, penulis akan lebih menekankan penggunaan cat kayu berbahan dasar air karena lebih aman digunakan dan tidak berbahaya bagi kesehatan maupun lingkungan terutama penggunaan dalam jangka waktu yang lama.

  • Pilih lah cat kayu yang tidak mudah menggumpal ketika diaplikasikan. Jika cat tersebut lebih mudah menggumpal maka alternative yang bisa dilakukan adalah dengan menambahkan pelarut.
  • Gunakan cat kayu yang memiliki fitur daya rekat film yang kuat. Dengan fitur tersebut membuat cat kayu tidak mudah mengelupas dan tidak mudah mengusam.
  • Pilih cat kayu yang memiliki transparansi tajam dan warna yang bagus. Karena tidak semua cat kayu akan menghasilkan tampilan yang bagus ketika diaplikasikan ke media finishing yang berbeda
  • Mudah diaplikasikan. Kasus yang sering dijumpai adalah cat hanya bisa digunakan atau akan menghasilkan tampilan yang bagus ketika menggunakan metode finishing tertentu. Pastikan untuk memilih cat kayu yang bisa diaplikasikan dengan cara baik kuas maupun semprot
  • Tahan lama. Biasanya, untuk mengetahui cat kayu tersebut tahan lama atau tidak adalah ketika digunakan terutama jika sudah melewati lima tahun penggunaan. Namun, Anda juga bisa mengetahui cat kayu yang bisa Anda gunakan dari bahannya. Sebab, cat kayu yang menggunakan minyak justru lebih mudah mengusam dan tidak tahan lama daripada cat kayu yang menggunakan bahan dasar air.

Finishing Natural Kayu Menggunakan Biovarnish Pada Meja Kayu Jati

Dari ciri-ciri diatas, Biovarnish mencangkup semuanya karena terbuat dari bahan dasar air dan mudah diaplikasikan dengan metode apapun. Biovarnish juga bisa diaplikasikan tidak hanya pada kayu saja melainkan juga pada kayu olahan, rotan, bambu maupun serat alam lainnya yang biasa digunakan sebagai material furniture atau kerajinan. Hal ini dikarenakan Biovarnish memiliki daya rekat yang kuat serta transparansi warna yang tajam ketika diaplikasikan ke permukaan media finishing.

Biovarnish juga tersedia 20 varian warna yang bisa sesuaikan dengan tampilan yang diinginkan mulai dari tampilan yang terang hingga tampilan yang gelap. Nah, untuk menciptakan tampilan natural kayu, Biovarnish juga tersedia beberapa varian produk diantaranya adalah Biovarnish Wood Filler, Biovarnish Liquid Stain, Biovarnish Wood Stain, Biovarnish Sanding Sealer, Biovarnish Clear Coat dan Biovarnish Glaze. Semua produk finishing tersebut bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan Anda untuk mendapatkan tampilan natural kayu yang optimal.

Biovarnish juga sangat bisa digunakan untuk pemula atau yang sedang belajar dalam hal finishing kayu. Sebab, cat kayu ini sangat mudah diaplikasikan dan tidak ribet terlebih proses finishingnya pun cepat. Sebab, dalam waktu sehari saja sudah bisa melakukan finishing untuk mendapatkan tampilan natural kayu. Hal ini dikarenakan Biovarnish tidak perlu menunggu cuaca yang mana membutukhkan cahaya matahari agar lebih mudah kering melainkan Biovarnish hanya cukup didiamkan atau diangin-anginkan di tempat yang teduh.

Berikut proses finishing menggunakan Biovanish pada meja kayu jati:

  1. Amplas permukaan meja kayu jati untuk membersihkan debu atau kotoran yang masih menempel.
  2. Bersihkan sisa-sisa debu amplas. Aplikasikan Biovarnish Wood Filler untuk menutup pori-pori kayu agar lebih memudahkan proses finishing dan mempertajam tampilan. Aplikasikan Biovarnish yang sudah dicampurkan air untuk melarutkan filler ke seluruh permukaan kayu. Lalu angin-anginkan selama 20-30 menit. Apabila sudah kering sentuh, amplas menggunakan kertas amplas alumunium oxide no. 240
  3. Gunakan Biovarnish Liquid Stain, pilih tampilan kayu jati yang diinginkan. Campurkan air untuk menurunkan intensitas warna cat kemudian aduk hingga tidak meninggalkan endapan. Aplikasikan menggunakan kuas atau spray gun ke seluruh permukaan kayu. Apabila sudah diaplikasikan secara menyeluruh, diamkan selama 60 menit. Lalu amplas ambang menggunakan kertas amplas alumunium oxide no. 400 apabila sudah kering
  4. Aplikasikan Biovarnish Sanding Sealer dengan cara aplikasikan yang sama pada tahap no. 3
  5. Aplikasikan Biovarnish Clear Coat, Anda bisa memilih tampilan matte atau glossy. Campurkan air kemudian aduk hingga homogen. Lalu aplikasikan ke seluruh permukaan kayu hingga merata dan kemudian diamkan selama semalaman.

Tampilan furniture meja kayu jati tersebut akan lebih terawat dengan optimal apabila Anda merawatnya dengan mengoleskan poles kayu Biopolish Linseed Oil. Kandungan Linseed oil akan meremajakan kayu sehingga warnanya akan tetap tajam layaknya baru saja diaplikasikan. Selain itu, poles kayu tersebut juga mampu menyerap ke bagian dalam serat kayu sehingga akan melindungi kayu dari berbagai kemungkinan serangan serangga maupun jamur.

beli biovarnish
SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here